Rabu, 25 Juni 2014

Jangan tertawakan kata bocor

Sungguh akan menyesal, jika anda masih mentertawakan kata “Bocor”

Jika anda masih tertawa mendengar kata bocor yang selalu didengung-dengungkan oleh capres nomer 1, maka sungguh, anda akan menyesal, karna anda berarti sedang menertawakan keadaan negara anda sendiri yang sedang menangis, anda berarti belum mengerti tentang keadaan pedih negara kita saat ini.

Saya memang cuman Ibu rumah tangga, tapi saya mau membaca.
Mari teman-teman kita perbanyak membaca supaya kita bisa mengerti duduk permasalahan bangsa kita saat ini yang sangat urgent.

Saat ini Indonesia memang sudah merdeka, tapi mengapa rakyatnya masih miskin? Mengapa bangsa kita kok selalu tertindas di negeri yang kaya raya ini ? Ini karna kita sedang dijajah, tapi memang bukan dalam bentuk penjajahan fisik seperti jaman dulu, penjajahan yang ada sekarang ini adalah dalam bentuk korporatokrasi internasional di negara-negara berkembang salah satunya Indonesia.

Negara kita sudah puluhan tahun dijajah oleh korporatokrasi asing, dan kita memang butuh pemimpin yang berani melawan korporatokrasi asing ini.

Apa itu Korporatokrasi asing? Korporatokrasi adalah sebuah sistem kekuasaan yang di kontrol oleh korporasi besar, bank internasional dan pemerintahan. (Noam Chomsky, Media Control, Second Edition: The Spectacular Achievements of Propaganda, 2002)

Korporatokrasi adalah pengendalian suatu negara adidaya di suatu negara berkembang, salah satunya dengan memberikan bantuan pinjaman uang dan menguasai kekayaan alamnya. Korporatokrasi besar tersebut akan dengan leluasa mengarahkan kebijakan suatu negara demi mendapatkan keuntungan maksimal. (Bisa di-google dengan memasukkan kata sandi “Corporatocracy in Indonesia”, ngenes banget kondisi kita saat ini)

Bayangkan, di foto ini kita bisa lihat kekayaan sumber daya alam di Indonesia yang telah dikuasai oleh korporatokrasi internasional.

Kalau dulu sebelum kita merdeka tanggal 17 Agustus 1945, kolonialisme adalah berbentuk penyiksaan fisik, sekarang ini di jaman globalisasi, penjajahan kepada negara-negara berkembang adalah bentuk dominasi negara asing dan negara adidaya di negara-negara berkembang. Kekayaan kita dikuras dan digerus terus oleh pihak asing, uangnya mengalir ke asing, dan negara kita tidak dapat apa-apa.

Kalau jaman VOC dan jaman penjajahan Belanda dulu ada Amangkurat I dan Amangkurat II yang berkhianat kepada negara dengan menjadi antek Belanda, untuk memperkaya dirinya sendiri, sekarang pun tidak ada bedanya. Ada elite-elite politik yang memang berkhianat dan menjadi antek aseng.

Ditambah lagi ini terjadi karna pemimpin saat ini yang kurang tegas dengan kekuatan negara asing. Harus ada pemimpin yang berani untuk melawan korporatokrasi dunia yang berusaha mengacak-ngacak kesatuan negara kita.

Indonesia harus bisa belajar dari negara-negara bermartabat seperti Malaysia, Iran, Venezuela, Argentina, Bolivia, China, Ekuador dan India yang berani menolak untuk bergantung kepada asing, menolak tawaran pinjaman dari IMF dan World Bank yang sangat mengikat dan merugikan negara.

Indonesia merindukan pemimpin yang berani dan tegas, seperti Soekarno dulu, yang tidak tunduk kepada asing.Mari teman-teman kita berdoa, semoga Indonesia masih bisa diselamatkan.

Nasib bangsa ini ditentukan oleh pemimpinannya. Ke mana dia akan membawa kita 5 tahun ke depan. Jika Prabowo Subianto menjadi presiden kita 2014-2019 nanti, insya Allah Indonesia akan bisa keluar dari cengkraman dan kungkungan korporasi asing di negara kita, tidak ada lagi penjualan kekayaan alam, mulai dari hasil hutan, laut, pertambangan, dan energi ke pihak asing yang merugikan negara. Karna dia 100% bisa dibuktikan kesetiaannya kepada negara, tidak ada korporatrokrasi asing yang mem-back up dia saat ini. Dia hanya mengabdi untuk negara dan rakyat Indonesia. Bukan untuk negara asing.

20 Juni 2014
Nijmegen, Belanda

Jumat, 13 Juni 2014

Ainishare

https://www.dropbox.com/s/uwaiyejmyfq8yfr/ainishare-free-slideshow-video-maker220-fordownload-1-2.exe

Selasa, 10 Juni 2014

Sekarang juga boleh mas....!

Semakin Sulit Didapat Semakin Manis Terasa

“Ani, nanti selesai liqo jangan pulang dulu ya, aku mau ngomong sedikit,”kata Ustadzah Aminah.

“Iya deh, mbak. Kebetulan aku juga nggak ada acara,” Jawab Furyani

Rasanya nggak tenang menunggu selesainya acara liqo, karena penasaran, ada apakah gerangan sehingga ustadzah menahanku seusai liqo ini. Baca alquran, setor hafalan, kultum dan info dunia Islam telah terlewati. Sekarang acara materi inti yang membahas masalah Membina Keluarga Samara (Sakinah Mawaddah Wa Rahmah). Walaupun disampaikan dengan jelas dan perlahan, namun aku sulit mencerna karena pikiranku susah untuk konsentrasi, menebak nebak apa yang hendak diomongkan ustadzah kepadaku nanti.

Seusai acara, teman teman pada pulang dan aku sendiri yang masih bertahan di rumah Ustadzah.

“Begini Ani, maaf sebelumnya kalau terlalu mencampuri urusan pribadi. Namun sebagai sesama muslim tidak ada jeleknya kalau kita saling berbagi rasa dan nasehat menasehati. Dalam kelom-pok liqo ini, kan tinggal Ani yang belum nikah tuh, kira kira bagaimana, apakah sudah ada rencana? Nikah kan bernilai setengah agama pasti ingin dong mendapatkannya? Insya Alloh kami siap untuk membantu.”

“Afwan Ustadzah, dan terimakasih atas perhatiannya. Sebenarnya siapa sih tak tak ingin menikah. Sejak kuliah dulu Ani juga sudah kepingin nikah, tapi rasanya kepedihan masa lalu masih belum benar benar sirna. Bagaimana nggak sakit, kalau sudah merencanakan nikah, bahkan ketika kuliah aku juga sering membantu biaya kuliahnya, buat skripsi dan sebagainya, eh ternyata setelah lulus dia malah MBA (married by accident) dengan teman kuliahku. Astaghfirulloh, walaupun itu masalalu, namun luka itu kadang masih terasa.”

“Ya, kami memahami. Memang masa lalu yang pahit kadang selalu menghantui pikiran kita. Namun kita tak boleh hanyut oleh masa lalu. Tataplah masa depan. Usahakan lebih baik lagi dan semoga tak terulang peristiwa kelam masa lalu. Sekarang mari kita pikirkan dan rencanakan masa depan dengan lebih baik. Adakah keinginan Ani untuk mendapatkan setengah agama?

“Ya, tentu sangat mau Ustadzah, namun sampai saat ini belum ada yang sreg. Orang tua sih sudah sering mendesak, bahkan mau menjodohkan aku dengan pilihan mereka. Cuma aku nggak tertarik padanya.”

“Kalau masalah prinsip yang nggak cocok itu alasan yang penting, tapi kalau masalah teknis kiranya tak perlu jadi masalah.”

“Iya ustadzah, ini masalah prinsip. Salah satunya adalah ia sholatnya aja bolong bolong. Sering tidaknya daripada mengerjakannya.”

“Wah kalau itu masalah penting. Itu menunjukkan kadar keimanan, kefahaman dan pengetahuan Islamnya. Padahal Nabi menyuruh kita dalam memilih pasangan harus mengutamakan faktor agamanya. Karena suami adalah teman selama hidup kita, bukan sehari dua hari, sehingga sangat mempengaruhi perilaku kita.” “Itulah, makanya aku nggak setuju dengan pilihan orang tuaku, namun mereka selalu mendesakku.

Masalahnya, aku ingin mendapatkan suami yang sholeh, yang bisa membimbingku, namun sampai saat ini aku bingung sendiri bagaimana caranya.”

“Nah, ini dia. Maksud saya menahan kamu sekarang adalah mau omongkan masalah ini. Begini, kemarin saat Abinya Fatma acara Usroh di Reggae, ada ikhwan yang minta dicarikan akhwat untuk diajak menikah. Bahkan sudah ngasih biodata. Dia sudah ikut tarbiyah lebih dari empat tahun, jadi wawasan dan ghiroh keIslamannya bagus. Dialah yang selama ini aktif ngurusi kalau ada kegiatan kegiatan keagamaan di Reggae. Lagi pula, kalau sudah sama sama di sini, kan nggak perlu susah susah bikin visa, he he. Kalau Ani mau dan serius, nanti akan kami bicarakan dengan Abinya Fatma. Gemana?”

“Iya,ustadzah. InsyaAlloh aku serius. Mudah mudahan cocok dan Alloh beri kemudahan”.
“Ya, insyaAlloh untuk proses selanjutnya akan kami beritahu. Banyak banyak do’a ya”

Hari hari terasa indah bagi Furyani. Ia makin ceria dan semangat. Setelah lama menunggu nunggu akhirnya tiba juga saatnya. Semoga Alloh memudahkan untuk mengakhiri masa lajangnya. Setelah tahajud dan istikhoroh dalam beberapa hari ia merasa mantap dengan ikhwan yang dita’arufkan oleh ustadzahnya. Ia pun memberi tahu orang tuanya. Dengan bergegas ia membeli kartu Delta three untuk menelpon orang tuanya, bahkan sampai tiga kartu ia beli sekaligus.

“Hallo, assalamu alaikum…”

“Wa alaikum salam. Oh Ani. Sudah lama ibu nunggu nunggu telpon dari kamu. Gemana kabarmu, sehat kan?”

“Iya bu, alhamdulillah Ani baik baik saja. Maaf bu lama nggak nelpon.”

“Bapakmu selalu nanya, apa Ani telpon? Soalnya keluarga Anton selalu nanyakan jawaban Ani. Gemana, setuju kan? Kalau setuju, bulan depan mau lamaran. Kurang gemana coba si Anton itu. Anaknya orang kaya dan terpandang. Lulusan Amerika. Anak satu satunya lagi. Jadi kalau menikah dengan dia, Ani nggak perlu merantau jauh jauh ke Kuwait. Gemana sayang, setuju kan?“

“Ee..em.maaf bu. Bukannya aku menolak kemauan ibu, bukannya aku membantah keinginan orang tua, tapi menikah kan bukan masalah sepele. Dan suami adalah teman untuk selama hidup. Ani rasa, tak cocok dengan Anton, karena perbedaan prinsip yang cukup mendasar. Ani tak mau punya suami yang sholatnya aja nggak karuan, bagaimana dengan pola pikirnya, bagaimana mungkin jadi pejuang agama, bagaimana mau berdakwah, bagaimana…

“Stop Ani, jangan teruskan alasan alasanmu itu. Katanya kamu sekarang rajin mengaji. Kok bukannya patuh pada orang tua, tapi malah suka membantah…”

“Mm.maaf.. bu. Bukannya aku mau membantah. Sungguh, Ani sangat ingin berbakti dan membahagiakan orang tua. Tapi masalah suami adalah masalah yang sangat penting Bu. Salah memilih suami, akibatnya bukan hanya di dunia, tapi bisa sampai akherat Bu.
Ibunda sayang, justru saat ini Ani mau membicarakan calon pilihan Ani. Insya Alloh orangnya sholeh, tanggung jawab dan baik akhlaknya. …

“Ani, kalau kau masih menganggap ibu sebagai orang tua, kau harus menuruti kata ibu. Di mana wajah ibu mau ditaruh. Ibu dan bapakmu sudah mengiyakan lamaran dan berjanji untuk membujuk Ani agar mau menerima Anton. Merekalah yang sudah berjasa membantu kita saat bapakmu terlilit utang. Merekalah yang selama ini selalu …

Perdebatan panjang Ani dan Ibunya tak membuahkan kata sepakat. Susah payah Ani menjelaskan alasan bahkan samapi tiga kartu habis, namun tetap tak ada titik temunya. Bahkan semakin merenggangkan hubungan.

“Bagaimana Ani, apakah orang tuamu setuju?”

“Afwan Ustadzah, mungkin cara pandang kami yang berbeda, sehingga susah payah Ani menjelaskan ke Ibu, namun tetap saja nggak setuju. Bahkan mengancam takkan merestui kalau Ani menikah dengan selain Anton. Bahkan mengancam nggak akan mengakui sebagai anak lagi.”

“Sabarlah Ani. Semua masalah InsyaAlloh ada jalan pemecahannya. Sebagaimana firman Alloh dalam Albaqoroh 153: “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong bagimu…”
Maka menghadapi masalah ini kita harus bersabar. Rajin rajinlah tahajud dan berdoa semoga Alloh membukakan hati orang tuamu.”

“Iya Ustadzah, mohon bantu doain ya..”

Dalam keheningan malam, seusai tahajud, Ani bermunajat.

“Ya Alloh, Tuhan yang membolak balikkan hati, bukalah hati ayah bundaku, agar mau menerima kebaikan dan kebenaran. Ya robb, sebagaimana Engkau janjikan, bahwa wanita yang baik untuk lelaki yang baik. Maka hamba pun ingin menjadi wanita yang sholehah, maka berilah hambamu ini suami yang sholeh, yang bisa membimbing dan mengarahkanku, agar selalu taat padaMu. Ya robb, yang maha kuasa dan perkasa, yang mengatur segala urusan, mudahkanlah urusan urusan kami, urusan dunia maupun urusan akherat……

Suatu sore, sehabis sholat maghrib, telpon di kamar Ani berdering.

“Hallo assalamu alaikum, oh ibu. Apa kabar Bu. Wah njanur gunung, nggak biasanya ibu telpon. Ada berita penting bu?”

“Iya Ani, maafkan ibu ya. Selama ini ibu memaksa Ani agar mau menerima lamaran Anton. Ibu nggak nyangka kalau Anton itu ternyata bandar narkoba. Tadi siang, ibu lihat diacara Buser di TV, ia ditangkap polisi saat pesta shabu shabu dengan seorang cewek di hotel.

Maafkan ibu ya Nak. Untung Ani nggak menerima lamaran mereka. Kalau jadi betapa malunya kita. Memang ternyata fisik dan materi tak bisa dibandingkan dengan keindahan budi, tak sepadan dengan keluhuran akhlak. Sekarang, ibu setuju dan merestui dengan pilihan Ani. Cepatlah dikenalkan pada keluarga dan kita rencanakan pernikahanmu….

Tanggal 14 Oktober, jam 08.30 wib “Saya terima nikahnya Furyani binti Junaedi dengan mas kawin seperangkat alat sholat, tunai…..

14 Oktober, jam 22.30 WIB “Mas, akhirnya kita menikah juga ya. Tak membayangkan, bagaimana dulu orang tuaku begitu keras menentang kita, tapi dengan kesabaran dan doa akhirnya Alloh memudahkan semuanya.”

“Iya dik, semakin sulit di dapat semakin manis terasa…..Ayo dik, sekarang apa nanti?”
“Sekarang juga boleh mas…..”

Kematian

Malaikat Maut Pasti Akan Menemuimu

Banyak orang di dunia ini yang ateis (tidak percaya adanya Allah), banyak yang tidak percaya kepada keberadaan para malaikat, banyak yang tidak percaya kepada keberadaan surga dan neraka. Tapi tidak ada orang yang tidak percaya pada kematian, karena kita pasti akan mati. Jadi, sembahlah Allah hingga kematian mendatangimu.

Dan seiring teknologi terus berkembang, obat-obatan terus berkembang, ada orang-orang yang berusaha untuk menciptakan kehidupan abadi. Seorang fisikawan Rusia yang bernama Alexander Bogdanov melakukan eksperimen yang unik. Dia menciptakan sistem transfusi darah yang spesial. Jadi dia mengambil darah dari anak-anak muda dan darahnya sendiri, kemudian dia mentransfer darahnya ke tubuh mereka dan darah mereka ke tubuhnya, dan dengan cara ini dia ingin mencapai kehidupan abadi. Tapi apa hasil akhirnya? Hasil akhirnya malah dia yang mati karena dia tanpa sengaja mengambil darah seorang siswanya yang tertular malaria.

Jadi kematian pasti datang. Malaikat maut tidak peduli seberapa kuatnya dirimu, dia tidak peduli meskipun kau orang kaya yang punya kekuasaan. Saat waktumu sudah habis, maka dia akan mengambil nyawamu dan kemudian kau mati.

Ketika waktumu habis, tidak satu menit lebih awal, tidak satu menit lebih lama, persis pada saat itu malaikat maut pasti ada disana untuk mengambil nyawamu.

Aku ingin menceritakan sebuah kisah nyata. Ada seorang pria bernama Krishna Pal dari India Utara, Uttar Pardesh. Dia memutuskan bahwa dia akan mati pada tanggal 12, bulan 12, bulan December, tahun 2012, tepat pada jam 12 siang.

Jadi dia menulis sebuah catatan sebanyak 12 halaman dan di dalamnya dia menjelaskan alasan mengapa ia ingin bunuh diri. Dia berkata “Siapa itu Tuhan yang mengatur-atur kapan aku akan mati? Aku akan mati sesuai kehendakku sendiri.”

Kemudian dia membuat persiapannya sejak pagi hari, dia menyiapkan batu bata dan kayu-kayu, dia memanjat tangki air dan meletakkannya disana. Lalu dia membawa catatan 12 halamannya dan dia naik hingga ke puncak tangki air ini.

Ketika penduduk desa dan para polisi menyaksikannya, mereka bertanya “Kenapa kau melakukan hal ini?” Jadi Krishna melempar catatan 12 halamannya ke bawah. Di dalamnya tertulis “aku ingin mati pada waktu yang sudah kutentukan. Aku hidup dalam kehidupanku sendiri, siapa itu Tuhan yang mengatur-atur kapan aku harus mati?”

Jadi orang-orang mendesaknya agar segera turun, beberapa orang mencoba untuk naik ke atas tangki air untuk menyelamatkannya, tapi Krishna memukuli mereka dengan kayu dan melempari mereka dengan batu bata, jadi mereka tidak dapat menjangkaunya, tepat seperti yang sudah direncanakan olehnya.

Tapi lihatlah apa yang Allah telah rencanakan. Para polisi dan para penduduk terus mendesaknya, sehingga akhirnya dia terdesak. Dan bukannya jam 12 siang, dia malah jatuh dari sana pada jam 11 siang. Krishna Pal terjatuh sejauh 24 meter dan kemudian dia mati menghantam tanah.

Jadi hanya Allah yang tahu kapan kau akan mati. Kau dapat melakukan apapun yang kau mau, kau dapat merencanakan apapun yang kau rencanakan, tapi hanya Allah yang tahu kapan kau akan mati.


Neraka gokil

Cerita Lucu Tentang Neraka Indonesia - Adalah orang perampok kawakan asal Indonesia yang mati tertembak polisi ketika sedang merampok bank. Begitu meninggal, nyawanya langsung di kirim ke neraka.


Di pintu masuk neraka, terpampang tulisan nama-nama negara seperti, Inggris, Amerika, Rusia, Jepang dan lainnya termasuk Indonesia. Setelah bertanya ke bagian informasi, ternyata neraka itu dibagi-bagi sesuai dengan asal setiap orang, tapi siapapun boleh memilih ke neraka negara mana saja.

Karena si perampok ini ngefans sama celebrities Amerika, akhirnya dia memilih masuk ke pintu neraka Amerika. Pintu di buka, ternyata tidak banyak orang yang antri.
“Kalian diapain di sini?” dia bertanya kepada salah satu yang antri.

“Pertama kita didudukkan di atas kursi listrik selama satu jam, lalu didudukkan lagi di atas kursi paku selama satu jam, terakhir disiram dengan bensin dan disulut api sambil menunggu setan Amerika datang yang akan mencabik kita sepanjang sisa hari.”

Karena kedengarannya tidak menyenangkan, si perampok tadi pindah ke pintu neraka negara lain. Mulai dari Rusia, Inggris, Jepang dan negara-negara lain. Tapi, perlakuan di sana sama semua seperti di neraka Amerika.

Akhirnya dia memutuskan untuk ke neraka orang Indonesia, siapa tahu perlakuannya lebih menyenangkan. Pintu dibuka, dia kaget. Banyak sekali orang yang antri di sini, bahkan orang-orang dari negara lain ikut berdesak-desakan.

“Kalian diapain di sini?” dia bertanya kepada salah satu orang Indonesia yang ikut antri.
“Pertama kita didudukkan di atas kursi listrik selama satu jam, lalu didudukkan lagi di atas kursi paku selama satu jam, terakhir disiram dengan bensin dan disulut api sambil menunggu setan Indonesia datang yang akan mencabik kita sepanjang sisa hari.”

"Lho! Itu kan sama persis dengan neraka-neraka yang lain?!” si perampok ‘ga habis pikir. “Tapi, kenapa orang yang antri lebih banyak ketimbang di neraka tetangga sebelah?”

"Mas, di sini service-nya sangat-sangat buruk; kursi listriknya nggak nyala karena listrik sering mati, kursi pakunya nggak ada - tinggal pakunya aja karena kursinya sering diperebutkan, bensinnya juga ‘ga ada tuh - harganya melambung tinggi, panitia ‘ga sanggup beli,” kata orang tadi. “Dan yang paling enak, setannya itu dulu anggota DPR, jadi dia cuman dateng, tanda tangan absen, langsung pulang…”

Senin, 09 Juni 2014

Mas yox sekarang sadar!

..:: TANDA-TANDA CINTA YANG TULUS :..

Dia akan menerima masa
lalumu dan tidak pernah
mengungkitnya meskipun masa lalumu sangat hina dan
memalukan, dia tetap
menghormatimu dan tidak pernah mengungkitnya meski dalam keadaan marah
terhadapmu.

Jika kamu salah,dia akan
menasehatimu dengan
lembut dan berusaha tidak menyinggung perasaanmu.

Jika kamu menangis, dia
akan sabar menunggumu
untuk menghiburmu agar
kembali tersenyum dan tidak lantas pergi
meninggalkanmu dalam
perasaan kecewa.

Dia tidak akan memaksa
kamu untuk menjadi seperti yang dia mau tapi dia akan menasehatimu dengan perlahan sehingga kamu rela dan ikhlas menjadi yang
dia mau tanpa dipaksa,pun dia terhadapmu.

Dia tidak ingin membuatmu resah,jika dia pergi kemanapun
dia berusaha untuk
memberimu kabar meski
kamu tidak menanyakannya.

Dia akan selalu perhatian
terhadapmu meski kamu
kurang perhatian.
Dan tidak akan pernah
membuatmu merengek
minta diperhatikan karena perhatiannya terhadapmu bagaikan lautan kasih sayang yang tidak akan pernah ada habisnya meski engkau mencoba untuk menguras semua
kesabarannya.

Semoga ALLAH segera
mempertemukan kita...

_Aamiin ya Robbal'Alamiin.._

Sabtu, 07 Juni 2014

Golongan yang selamat

Siapakah "Al-Firqatun Naajiyah" (Golongan yang
Selamat) di Zaman Ini ?

ﻣﻦ ﻫﻲ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻨﺎﺟﻴـﺔ ﺍﻟﻤﻨﺼـﻮﺭﺓ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﺼﺮ ؟، ﻭﻣﺎﺻﻔﺎﺗﻬﺎ
ﻭﺳﻤﺎﺗﻬﺎ ؟

■ Siapakah Al-Firqatun Naajiyah Al-Manshurah
(golongan yang selamat dan ditolong Allah) di
zaman ini?

■ Dan bagaimanakah sifat-sifat dan
ciri-ciri mereka?

ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻨﺎﺟﻴﺔ ﺍﻟﻤﻨﺼﻮﺭﺓ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﺼﺮ – ﻭﺇﻟﻰ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ – ﻫﻲ
ﺍﻟﺘﻲ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻓﻴﻬﺎ ﻟﻤﺎ ﺳﺌﻞ؛ ﺣﻴﻦ ﻗﺎﻝ : )) ﺍﻓﺘﺮﻗﺖ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻋﻠﻰ
ﺇﺣﺪﻯ ﻭﺳﺒﻌﻴﻦ ﻓﺮﻗﺔ، ﻭﺍﻓﺘﺮﻗﺖ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻋﻠﻰ ﺍﺛﻨﺘﻴﻦ ﻭﺳﺒﻌﻴﻦ ﻓﺮﻗﺔ،
ﻭﺳﺘﻔﺘﺮﻕ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻣﺔ ﻋﻠﻰ ﺛﻼﺙ ﻭﺳﺒﻌﻴﻦ ﻓﺮﻗﺔ، ﻛﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﺇﻻ
ﻭﺍﺣﺪﺓ (( ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻣﻦ ﻫﻲ ؟، ﻗﺎﻝ : )) ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﺜﻞ ﻣﺎ ﺃﻧﺎ ﻋﻠﻴﻪ
ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻲ ))

■ Jawab:

□ Al-Firqatun Naajiyah Al-Manshuurah di
zaman ini dan sampai hari kiamat nanti ialah
mereka yang telah dinyatakan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam tatkala beliau
ditanya tentang hal tersebut.
Beliau bersabda,

• “Yahudi telah berpecah menjadi tujuhpuluh satu
golongan
• dan nashrani terpecah menjadi
tujuhpuluh dua golongan,
• dan umat ini akan
terpecah menjadi tujuhpuluh tiga golongan
• semuanya di neraka kecuali satu golongan yang
selamat.
• Para shahabat bertanya, “Siapakah mereka yang
selamat itu?”,
• Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
alihi wasallam menjawab: “Yaitu orang-orang
yang beragama dengan caraku dan cara beragama
para shahabatku pada hari ini.”

□ Allah ta’ala berfirman:

ﻭَﺍﻟﺴَّﺎﺑِﻘُﻮﻥَ ﺍﻷَﻭَّﻟُﻮﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮِﻳﻦَ ﻭَﺍﻷَﻧْﺼَﺎﺭِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﻫُﻢْ ﺑِﺈِﺣْﺴَﺎﻥٍ ﺭَﺿِﻲَ
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺭَﺿُﻮﺍ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺃَﻋَﺪَّ ﻟَﻬُﻢْ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﺗَﺠْﺮِﻱ ﺗَﺤْﺘَﻬَﺎ ﺍﻷَﻧْﻬَﺎﺭُ ﺧَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ ﻓِﻴﻬَﺎ
ﺃَﺑَﺪﺍً ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻔَﻮْﺯُ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢ
ُ
• “Dan para pendahulu yang pertama kali (masuk
Islam) dari kalangan Muhajirin (para Shahabat
yang hijrah ke Madinah)
• dan Anshar (para
Shahabat yang menjadi penduduk asli kota
Madinah)
• dan orang-orang yang mengikuti jejak
mereka dalam beriman dan beramal dengan sebaik-
baiknya. Allah telah ridha kepada mereka dan
merekapun juga telah ridha kepada Allah. Dan
Allah telah menjanjikan bagi mereka itu taman-
taman surga yang mengalir di bawah taman-taman
itu sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya, yang demikian itu adalah
kemenangan yang besar”.

[At Taubah: 100]

ﻣﻦ ﺻﻔﺎﺕ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ : ﺃﻧﻬﺎ ﻣﺘﻤﺴﻜـﺔ ﺑﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴـﻪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ .
ﻭﻣﻦ ﺻﻔﺎﺗﻬﺎ : ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻖ ﻭﻻ ﺗﻠﺘﻔﺖ ﺇﻟﻰ ﺃﻗﻮﺍﻝ ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻔﻴﻦ، ﻭﻻ
ﺗﺄﺧﺬﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻮﻣﺔ ﻻﺋﻢ، ﻗﺎﻝ : )) ﻻ ﺗﺰﺍﻝ ﻃﺎﺋﻔﺔ ﻣﻦ ﺃﻣﺘﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻖ
ﻇﺎﻫﺮﻳﻦ، ﻻ ﻳﻀﺮﻫﻢ ﻣﻦ ﺧﺬﻟﻬﻢ ﻭﻻ ﻣﻦ ﺧﺎﻟﻔﻬﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﺄﺗﻲ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻫﻢ
ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ (( . ﻭﻣﻦ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻨﺎﺟﻴﺔ ﺍﻟﻤﻨﺼﻮﺭﺓ : ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺤﺐ ﺍﻟﺴﻠﻒ
ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ، ﻭﺗﺜﻨﻲ ﻋﻠﻴﻬﻢ، ﻭﺗﺪﻋﻮ ﻟﻬﻢ، ﻭﺗﺘﻤﺴﻚ ﺑﺂﺛﺎﺭﻫﻢ . ﻭﻣﻦ ﺻﻔﺎﺗﻬﻢ : ﻋﺪﻡ
ﺗﻨﻘﺼﻬﻢ ﻷﺣﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻠﻒ، ﺳﻮﺍﺀ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﺃﻭ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻫﻢ . ﻭﻣﻦ ﻋﻼﻣﺔ
ﺍﻟﻔِﺮﻗﺔ ﺍﻟﻤﻨﺤﺮﻓﺔ : ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺒﻐﺾ ﺍﻟﺴﻠﻒ، ﻭﺗﺒﻐﺾ ﻣﻨﻬﺞ ﺍﻟﺴﻠﻒ، ﻭﺗُﺤَﺬِّﺭ ﻣﻨﻪ

■ Di antara sifat golongan ini adalah sebagai
berikut:

1. Mereka berpegang teguh dengan cara
beragamanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi
wasallam dan para shahabatnya.

2. Mereka bersabar di atas kebenaran dan tidak
menghiraukan ucapan orang-orang yang
menyelisihi mereka, serta tidak terpengaruh
dengan celaan para pencela dalam berjuang di
jalan Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi
wasallam bersabda,

“Senantiasa akan muncul dari
umatku sekelompok orang yang selalu nampak di
atas al-haq (kebenaran), tidak akan merugikan
mereka orang-orang yang meninggalkannya dan
menyelisihi mereka sampai datang keputusan Allah
ta’ala (hari kiamat); dan mereka tetap
istiqamah.”

3. Mereka mencintai, memuji, mendoakan kebaikan
serta berpegang teguh dengan atsar para Salafus
Shalih.

4. Tidak mencela para Salafus Shalih baik dari
kalangan shahabat ataupun orang-orang setelah
mereka (baik dari kalangan tabi’in, tabi’it tabi’in
dan para ulama Ahli Hadits pada generasi
setelahnya).

■■ Adapun di antara ciri-ciri golongan yang
menyimpang dari kebenaran adalah □ membenci para
Salafus Shalih dan manhaj mereka
□ serta memperingatkan manusia agar menjauh dari
mereka.



Apakah umat islam menyembah ka'bah?

Apakah Umat Islam Menyembah Ka'bah?

Artikel ini sengaja saya posting di google+ hanya untuk sekedar mengingatkan bahwa umat Islam tidak menyembah kotak hitam (Ka'bah).

Untuk lebih jelasnya bisa baca sedikit cerita dibawah. Dalam kehidupan sehari-hari umat Islam di indonesia banyak juga yg tidak paham dengan agama mereka.
Disini saya menjelaskan secara singkat dan mudah dipahami untuk kita semua.
Mudah-mudahan dapat membantu....

Pada suatu malam, Roy yang non-Muslim bercakap-cakap dengan seorang Ustadz
di teras rumahnya.

Roy : Mengapa orang Islam menyembah kotak hitam ? 

Ustadz : Salah tuh bro ! Umat Islam tidak menyembah kotak hitam, tapi menyembah Allah. 
Roy : Bukankah orang Islam shalat menghadap Ka'bah, sebuah kotak yang berwarna hitam ? Apakah Allah itu ada di dalam Ka'bah ?
Belum sempat sang ustadz menjawab, terdengar handphone si Roy berbunyi.
Roy menjawab panggilan teleponnya, sementaran sang ustadz dengan sabar menanti.
Setelah Roy selesai menjawab panggilan di handphonenya, dia memandang sang ustadz. Sang ustadz tersenyum. 

Roy : Mengapa kau tersenyum ? Apa jawaban dari pertanyaan saya tadi ? 

Ustadz: Hmm.. perlukah saya menjawab pertanyaanmu ? 

Roy : Ah, pasti kau tidak bisa menjawab bukan ? [tertawa] 

Ustadz : Bukan itu maksud saya.
Tapi saya mencoba menggunakan teori yang kau gunakan untuk membuat pertanyaan yang kau ajukan padaku. Saya melihat kau kurang menyadarinya.. 

Roy : Mengapa kau bicara begitu ?

Ustadz : tadi saya lihat kau bicara sendiri, ketawa, dan tersenyum sendiri. Dan kau mencium HP itu sambil bicara "I love u mom"... 

Roy : Saya tidak bicara sendiri. Saya bicara dengan istri saya. Dia yang telpon saya tadi. 

Ustadz : Mana istrimu ? Saya tak melihatnya.. 
Roy : Istri saya di Tuban. Dia telpon saya, saya jawab menggunakan handphone. Apa masalahnya ? [nada marah] 

Ustadz: Boleh saya lihat HP kamu ?
Roy mengulurkan HP-nya kepada sang ustadz.
Sang ustadz menerimanya, lalu tidak sengaja jatuh, dan terjadi goresan pada chasing HP tersebut. Kemudian dia menanyakan bagaimana kondisi istrinya apakah terluka juga, karena HP-nya barusan terjatuh.
"Aduh, maaf istrimu jadi terluka karena HP-mu terjatuh, istrimu masih baik-baik saja kan di HP itu ?"

Roy : Hah, HP ku yang jatuh, kenapa dengan istriku ? Mengapa kau bodoh sekali? Teknologi sudah maju. Kita bisa berbicara jarak jauh menggunakan telfon. Apa kau tak bisa menggunakan otakmu ? [Meledak marahnya bro...! ] 

Ustadz : Alhamdulillah [senyum]. Begitu juga halnya dengan Allah SWT. Umat Islam shalat menghadap Ka'bah bukan berarti umat Islam menyembah Ka'bah.Tetapi umat Islam shalat atas arahan Allah. Allah mengarahkan umat Islam untuk sembahyang menghadap Ka'bah juga bukan berarti Allah ada di dalam Ka'bah. Begitu juga dengan dirimu dan istrimu.
Istrimu menelfon menggunakan HP, ini bukan berarti istrimu ada di dalam HP.
Tetapi ketentuan telekomunikasi menetapkan peraturan, kalau ingin bicara lewat telfon harus tekan nomor yang tepat, barulah akan tersambung dan kau bisa berbicara melalu HP meski istrimu tak ada di dalamnya. 

Roy : [melongo]
Inilah Jawaban yang logis mengapa Umat Islam menghadap Ka'bah untuk menyembah Allah. Lagi pula bukankah hal ini adalah sesuatu yang indah, yakni kita menaati aturan yang ditetapkan oleh Allah dan semua Muslim dari semua bangsa di seluruh dunia menghadap ke Ka'bah secara bersama-sama, tak peduli akan perbedaan warna kulit, bahasa, dan budaya, kita semua dipersatukan oleh aturan Islam yang universal.

Inilah ringkas cerita kupaparkan buat anda sebagai alat RENUNGAN buat kita kita semua
Wassalam

Iyox_marley

Tahlilan dalam timbangan islam

TAHLILAN DALAM TIMBANGAN ISLAM

Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Qur’an dan mengutus Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai penjelas dan pembimbing untuk memahami Al Qur’an tersebut sehingga menjadi petunjuk bagi umat manusia. Semoga Allah subhanahu wata’ala mencurahkan hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga dapat membuka mata hati kita untuk senantiasa menerima kebenaran hakiki.
Telah kita maklumi bersama bahwa acara tahlilan merupakan upacara ritual seremonial yang biasa dilakukan oleh keumuman masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kematian. Secara bersama-sama, berkumpul sanak keluarga, handai taulan, beserta masyarakat sekitarnya, membaca beberapa ayat Al Qur’an, dzikir-dzikir, dan disertai do’a-do’a tertentu untuk dikirimkan kepada si mayit. Karena dari sekian materi bacaannya terdapat kalimat tahlil yang diulang-ulang (ratusan kali bahkan ada yang sampai ribuan kali), maka acara tersebut dikenal dengan istilah “Tahlilan”.
Acara ini biasanya diselenggarakan setelah selesai proses penguburan (terkadang dilakukan sebelum penguburan mayit), kemudian terus berlangsung setiap hari sampai hari ketujuh. Lalu diselenggarakan kembali pada hari ke 40 dan ke 100. Untuk selanjutnya acara tersebut diadakan tiap tahun dari hari kematian si mayit, walaupun terkadang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.
Tidak lepas pula dalam acara tersebut penjamuan yang disajikan pada tiap kali acara diselenggarakan. Model penyajian hidangan biasanya selalu variatif, tergantung adat yang berjalan di tempat tersebut. Namun pada dasarnya menu hidangan “lebih dari sekedarnya” cenderung mirip menu hidangan yang berbau kemeriahan. Sehingga acara tersebut terkesan pesta kecil-kecilan, memang demikianlah kenyataannya.
Entah telah berapa abad lamanya acara tersebut diselenggarakan, hingga tanpa disadari menjadi suatu kelaziman. Konsekuensinya, bila ada yang tidak menyelenggarakan acara tersebut berarti telah menyalahi adat dan akibatnya ia diasingkan dari masyarakat. Bahkan lebih jauh lagi acara tersebut telah membangun opini muatan hukum yaitu sunnah (baca: “wajib”) untuk dikerjakan dan sebaliknya, bid’ah (hal yang baru dan ajaib) apabila ditinggalkan.
Para pembaca, pembahasan kajian kali ini bukan dimaksudkan untuk menyerang mereka yang suka tahlilan, namun sebagai nasehat untuk kita bersama agar berpikir lebih jernih dan dewasa bahwa kita (umat Islam) memiliki pedoman baku yang telah diyakini keabsahannya yaitu Al Qur’an dan As Sunnah.
Sebenarnya acara tahlilan semacam ini telah lama menjadi pro dan kontra di kalangan umat Islam. Sebagai muslim sejati yang selalu mengedepankan kebenaran, semua pro dan kontra harus dikembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Sikap seperti inilah yang sepatutnya dimiliki oleh setiap insan muslim yang benar-benar beriman kepada Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya. Bukankah Allah subhanahu wata’ala telah berfirman (artinya):
“Maka jika kalian berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Ar Rasul (As Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Yang demikian itu lebih utama bagi kalian dan lebih baik akibatnya.” (An Nisaa’: 59)
Historis Upacara Tahlilan
Para pembaca, kalau kita buka catatan sejarah Islam, maka acara ritual tahlilan tidak dijumpai di masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, di masa para sahabatnya ? dan para Tabi’in maupun Tabi’ut tabi’in. Bahkan acara tersebut tidak dikenal pula oleh para Imam-Imam Ahlus Sunnah seperti Al Imam Malik, Abu Hanifah, Asy Syafi’i, Ahmad, dan ulama lainnya yang semasa dengan mereka ataupun sesudah mereka. Lalu dari mana sejarah munculnya acara tahlilan?
Awal mula acara tersebut berasal dari upacara peribadatan (baca: selamatan) nenek moyang bangsa Indonesia yang mayoritasnya beragama Hindu dan Budha. Upacara tersebut sebagai bentuk penghormatan dan mendo’akan orang yang telah meninggalkan dunia yang diselenggarakan pada waktu seperti halnya waktu tahlilan. Namun acara tahlilan secara praktis di lapangan berbeda dengan prosesi selamatan agama lain yaitu dengan cara mengganti dzikir-dzikir dan do’a-do’a ala agama lain dengan bacaan dari Al Qur’an, maupun dzikir-dzikir dan do’a-do’a ala Islam menurut mereka.
Dari aspek historis ini kita bisa mengetahui bahwa sebenarnya acara tahlilan merupakan adopsi (pengambilan) dan sinkretisasi (pembauran) dengan agama lain.
Tahlilan Dalam Kaca Mata Islam
Acara tahlilan –paling tidak– terfokus pada dua acara yang paling penting yaitu:
Pertama: Pembacaan beberapa ayat/ surat Al Qur’an, dzikir-dzikir dan disertai dengan do’a-do’a tertentu yang ditujukan dan dihadiahkan kepada si mayit.
Kedua: Penyajian hidangan makanan.
Dua hal di atas perlu ditinjau kembali dalam kaca mata Islam, walaupun secara historis acara tahlilan bukan berasal dari ajaran Islam.
Pada dasarnya, pihak yang membolehkan acara tahlilan, mereka tiada memiliki argumentasi (dalih) melainkan satu dalih saja yaitu istihsan (menganggap baiknya suatu amalan) dengan dalil-dalil yang umum sifatnya. Mereka berdalil dengan keumuman ayat atau hadits yang menganjurkan untuk membaca Al Qur’an, berdzikir ataupun berdoa dan menganjurkan pula untuk memuliakan tamu dengan menyajikan hidangan dengan niatan shadaqah.
1. Bacaan Al Qur’an, dzikir-dzikir, dan do’a-do’a yang ditujukan/ dihadiahkan kepada si mayit.
Memang benar Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya menganjurkan untuk membaca Al Qur’an, berdzikir dan berdoa. Namun apakah pelaksanaan membaca Al Qur’an, dzikir-dzikir, dan do’a-do’a diatur sesuai kehendak pribadi dengan menentukan cara, waktu dan jumlah tertentu (yang diistilahkan dengan acara tahlilan) tanpa merujuk praktek dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya bisa dibenarakan?
Kesempurnaan agama Islam merupakan kesepakatan umat Islam semuanya, karena memang telah dinyatakan oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama Islam bagi kalian, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian serta Aku ridha Islam menjadi agama kalian.” (Al Maidah: 3)
Juga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ إِلاَّ قَدْ بُيِّنَ لَكُمْ
“Tidak ada suatu perkara yang dapat mendekatkan kepada Al Jannah (surga) dan menjauhkan dari An Naar (neraka) kecuali telah dijelaskan kepada kalian semuanya.” (H.R Ath Thabrani)
Ayat dan hadits di atas menjelaskan suatu landasan yang agung yaitu bahwa Islam telah sempurna, tidak butuh ditambah dan dikurangi lagi. Tidak ada suatu ibadah, baik perkataan maupun perbuatan melainkan semuanya telah dijelaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Suatu ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mendengar berita tentang pernyataan tiga orang, yang pertama menyatakan: “Saya akan shalat tahajjud dan tidak akan tidur malam”, yang kedua menyatakan: “Saya akan bershaum (puasa) dan tidak akan berbuka”, yang terakhir menyatakan: “Saya tidak akan menikah”, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menegur mereka, seraya berkata: “Apa urusan mereka dengan menyatakan seperti itu? Padahal saya bershaum dan saya pun berbuka, saya shalat dan saya pula tidur, dan saya menikahi wanita. Barang siapa yang membenci sunnahku maka bukanlah golonganku.” (Muttafaqun alaihi)
Para pembaca, ibadah menurut kaidah Islam tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wata’ala kecuali bila memenuhi dua syarat yaitu ikhlas kepada Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Allah subhanahu wata’ala menyatakan dalam Al Qur’an (artinya):
“Dialah Allah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji siapa diantara kalian yang paling baik amalnya.” (Al Mulk: 2)
Para ulama ahli tafsir menjelaskan makna “yang paling baik amalnya” ialah yang paling ikhlash dan yang paling mencocoki sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Tidak ada seorang pun yang menyatakan shalat itu jelek atau shaum (puasa) itu jelek, bahkan keduanya merupakan ibadah mulia bila dikerjakan sesuai tuntunan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Atas dasar ini, beramal dengan dalih niat baik (istihsan) semata seperti peristiwa tiga orang didalam hadits tersebut tanpa mencocoki sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, maka amalan tersebut tertolak. Simaklah firman Allah subhanahu wata’ala (artinya): “Maukah Kami beritahukan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya”. (Al Kahfi: 103-104)
Lebih ditegaskan lagi dalam hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barang siapa yang beramal bukan diatas petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Muttafaqun alaihi, dari lafazh Muslim)
Atas dasar ini pula lahirlah sebuah kaidah ushul fiqh yang berbunyi:
فَالأَصْلُ فَي الْعِبَادَاتِ البُطْلاَنُ حَتَّى يَقُوْمَ دَلِيْلٌ عَلَى الأَمْرِ
“Hukum asal dari suatu ibadah adalah batal, hingga terdapat dalil (argumen) yang memerintahkannya.”
Maka beribadah dengan dalil istihsan semata tidaklah dibenarkan dalam agama. Karena tidaklah suatu perkara itu teranggap baik melainkan bila Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya menganggapnya baik dan tidaklah suatu perkara itu teranggap jelek melainkan bila Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya menganggapnya jelek. Lebih menukik lagi pernyataan dari Al Imam Asy Syafi’I:
مَنِ اسْتَحْسَنَ فَقَدْ شَرَعَ
“Barang siapa yang menganggap baik suatu amalan (padahal tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah –pent) berarti dirinya telah menciptakan hukum syara’ (syari’at) sendiri”.
Kalau kita mau mengkaji lebih dalam madzhab Al Imam Asy Syafi’i tentang hukum bacaan Al Qur’an yang dihadiahkan kepada si mayit, beliau diantara ulama yang menyatakan bahwa pahala bacaan Al Qur’an tidak akan sampai kepada si mayit. Beliau berdalil dengan firman Allah subhanahu wata’ala (artinya):
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh (pahala) selain apa yang telah diusahakannya”. (An Najm: 39), (Lihat tafsir Ibnu Katsir 4/329).
2. Penyajian hidangan makanan.
Memang secara sepintas pula, penyajian hidangan untuk para tamu merupakan perkara yang terpuji bahkan dianjurkan sekali didalam agama Islam. Namun manakala penyajian hidangan tersebut dilakukan oleh keluarga si mayit baik untuk sajian tamu undangan tahlilan ataupun yang lainnya, maka memiliki hukum tersendiri. Bukan hanya saja tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bahkan perbuatan ini telah melanggar sunnah para sahabatnya radhiallahu ‘anhum. Jarir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu–salah seorang sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam– berkata: “Kami menganggap/ memandang kegiatan berkumpul di rumah keluarga mayit, serta penghidangan makanan oleh keluarga mayit merupakan bagian dari niyahah (meratapi mayit).” (H.R Ahmad, Ibnu Majah dan lainnya)
Sehingga acara berkumpul di rumah keluarga mayit dan penjamuan hidangan dari keluarga mayit termasuk perbuatan yang dilarang oleh agama menurut pendapat para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan para ulama salaf. Lihatlah bagaimana fatwa salah seorang ulama salaf yaitu Al Imam Asy Syafi’i dalam masalah ini. Kami sengaja menukilkan madzhab Al Imam Asy Syafi’i, karena mayoritas kaum muslimin di Indonesia mengaku bermadzhab Syafi’i. Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata dalam salah satu kitabnya yang terkenal yaitu ‘Al Um’ (1/248): “Aku membenci acara berkumpulnya orang (di rumah keluarga mayit –pent) meskipun tidak disertai dengan tangisan. Karena hal itu akan menambah kesedihan dan memberatkan urusan mereka.” (Lihat Ahkamul Jana-iz karya Asy Syaikh Al Albani hal. 211)
Al Imam An Nawawi seorang imam besar dari madzhab Asy Syafi’i setelah menyebutkan perkataan Asy Syafi’i diatas didalam kitabnya Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab 5/279 berkata: “Ini adalah lafadz baliau dalam kitab Al Um, dan inilah yang diikuti oleh murid-murid beliau. Adapun pengarang kitab Al Muhadzdzab (Asy Syirazi) dan lainnya berargumentasi dengan argumen lain yaitu bahwa perbuatan tersebut merupakan perkara yang diada-adakan dalam agama (bid’ah –pent).
Lalu apakah pantas acara tahlilan tersebut dinisbahkan kepada madzhab Al Imam Asy Syafi’i?
Malah yang semestinya, disunnahkan bagi tetangga keluarga mayit yang menghidangkan makanan untuk keluarga mayit, supaya meringankan beban yang mereka alami. Sebagaimana bimbingan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadistnya:
اصْنَعُوا لآلِ جَعْفَرَ طَعَامًا فَقَدْ أَتَاهُمْ أَمْرٌ يُشْغِلُهُمْ
“Hidangkanlah makanan buat keluarga Ja’far, Karena telah datang perkara (kematian-pent) yang menyibukkan mereka.” (H.R Abu Dawud, At Tirmidzi dan lainnya)
Mudah-mudahan pembahasan ini bisa memberikan penerangan bagi semua yang menginginkan kebenaran di tengah gelapnya permasalahan. Wallahu ‘a’lam.
http://assalafy.org/artikel.php?kategori=aqidah6
Www.darussalaf.or.id

Curhatku

Nasehat tentang pemilu

"Untaian Nasehat Sebelum Pemilu 2014"

Berikut ini beberapa untaian kata nasehat untuk kaum muslimin di Indonesia tentang bagaimana sebaiknya kaum muslimin Indonesia menyikapi Pemilu sesuai dengan kaidah Islam yang sudah dituntun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga nasehat ini menjadi nasehat yang Indah dan memberikan manfa’at untuk kita semua.

Nasehat Pemilu 2014

Mengingat hari Rabu tanggal 9 April lalu, negara Indonesia akan mengadakan hajatan besar yaitu Pemilu untuk memilih anggota dewan legislatif, yang akan disusul kemudian pemilu pada 9 Juli 2014 untuk memilih capres dan cawapres. Maka dengan bertawakkal kepada Allah, kami ingin menyampaikan beberapa point penting, yang  kita berdoa kepada Allah agar menjadikan untaian kata nasehat ini ikhlas mengharapkan pahala Allah dan menginginkan kemaslahatan bagi para hamba:

PERTAMA

Sesungguhnya sistem demokrasi bertentangan dengan hukum Islam, karena:

Hukum dan undang-undang adalah hak mutlak Allah. Manusia boleh membuat peraturan dan undang-undang selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.Demokrasi dibangun di atas partai politik yang merupakan sumber perpecahan dan permusuhan, sangat bertentangan dengan agama Islam yang menganjurkan persatuan dan melarang perpecahan.Sistem demokrasi memiliki kebebasan yang seluas-luasnya tanpa kendali dan melampui batas dari jalur agama Islam.Sistem demokrasi, standarnya adalah suara dan asiprasi mayoritas rakyat, bukan standarnya kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah sekalipun minoritas.Sistem demokrasi menyetarakan antara pria dan wanita, orang alim dan jahil, orang baik dan fasik, muslim dan kafir, padahal tentu tidak sama hukumnya. (catatan: Bacalah risalah Al-Adlu fi Syari’ah Islam wa Laisa fii Dimoqrotiyyah al-Maz’umah oleh Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hlm. 36-44)

Namun karena di kebanyakan negeri Islam saat ini –termasuk Indonesia- menggunakan sistem demokrasi yang kepemimpinan negeri ditentukan melalui pemilu, maka dalam kondisi seperti ini apakah kita ikut coblos ataukah tidak? Masalah ini diperselisihkan para ulama yang mu’tabar tentang boleh tidaknya, karena mempertimbangkan kaidah maslahat dan mafsadat. Sebagian ulama berpendapat tidak boleh berpartisipasi secara mutlak seperti pendapat mayoritas ulama Yaman karena tidak ada maslahatnya bahkan ada madharatnya (catatan: Lihat Tanwir Zhulumat fi Kasyfi Mafasidi wa Subuhati Al-Intikhobat karya Syaikh Muhammad bin Abdillah al-Imam). Dan sebagian ulama lainnya berpendapat boleh untuk menempuh madharat yang lebih ringan seperti pendapat Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Ibnu Utsaimin dan lain-lain (catatan: Lihat penjelasan tentang perbedaan pendapat ulama dan argumen masing-masing dalam masalah ini di kitab Al-Intikhobat wa Akamuha fil Fiqih Islami hlm. 86-96 karya Dr. Fahd bin Shalih al-’Ajlani, cet. Kunuz Isyibiliya, KSA), karena “Apa yang tidak bisa didapatkan seluruhnya maka jangan ditinggalkan sebagiannya” dan “rabun itu lebih baik daripada buta”.

Maka seyogyanya bagi kita semua untuk bersikap arif dan bijaksana serta berlapang dada dalam menyikapinya. Marilah kita menjaga ukhuwwah islamiyyah (persaudaraan sesama Islam) dan menghindari segala perpecahan, perselisihan serta percekcokan karena masalah ijtihadiyyah seperti ini (catatan: Perlu diketahui bahwa para ulama kita yang membolehkan ikut mencoblos di Pemilu bukan berarti mendukung sistem demokrasi yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam. Sebagai contoh adalah Syaikh Abdul Muhsin al-’Abbad, beliau termasuk ulama yang membolehkan jika kemaslahatan menuntut demikian, sekalipun begitu beliau memiliki sebuah risalah khusus yang mengkritisi sistem demokrasi yaitu Al-Adlu fi Syari’ah Islam wa Laisa fii Dimoqrotiyyah al-Maz’umah, Keadilan itu Dalam Hukum Islam Bukan dalam Sistem Demokrasi).

Alangkah indahnya ungkapan Imam Syafi’i kepada Yunus ash-Shadafi:

يَا أَبَا مُوْسَى، أَلاَ‎ ‎يَسْتَقِيْمُ‎ ‎أَنْ‎ ‎نَكُوْنَ‎ ‎إِخْوَانًا وَإِنْ‎ ‎لَمْ‎ ‎نَتَّفِقْ‎ ‎فِيْ‎ ‎مَسْأَلَةٍ‎

“Wahai Abu Musa, Apakah kita tidak bisa untuk tetap bersahabat sekalipun kita tidak bersepakat dalam suatu masalah?!” (catatan: Dikeluarkan oleh adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam Nubala 3/3281, lalu berkomentar: “Hal ini menunjukkan kesempurnaan akal imam Syafi’i dan kelonggaran hatinya, karena memang para ulama senantiasa berselisih pendapat.“)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga pernah mengatakan:

وَأَمَّا الِاخْتِلَافُ فِي ” الْأَحْكَامِ ” فَأَكْثَرُ مِنْ أَنْ يَنْضَبِطَ وَلَوْ كَانَ كُلَّمَا اخْتَلَفَ مُسْلِمَانِ فِي شَيْءٍ تَهَاجَرَا لَمْ يَبْقَ بَيْنَ ‏الْمُسْلِمِينَ عِصْمَةٌ وَلَا أُخُوَّةٌ وَلَقَدْ كَانَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا سَيِّدَا الْمُسْلِمِينَ يَتَنَازَعَانِ فِي أَشْيَاءَ لَا يَقْصِدَانِ إلَّا ‏الْخَيْرَ‎

“Adapun perselisihan dalam masalah hukum maka banyak sekali jumlahnya. Seandainya setiap dua orang muslim yang berbeda pendapat dalam suatu masalah harus saling bermusuhan, maka tidak akan ada persaudaraan pada setiap muslim. Abu Bakar radhiallahu ‘anhu dan Umar radhiallahu ‘anhu saja—kedua orang yang paling mulia setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam—mereka berdua berbeda pendapat dalam beberapa masalah, tetapi keduanya tidak menginginkan kecuali kebaikan.”(Majmu’ Fatawa 5/408. )

KEDUA

Bagi siapa yang memilih karena mempertimbangkan kaidah:

يُخْتَارُ‎ ‎أَهْوَنُ‎ ‎الشَّرَّيْنِ‎

“Menempuh mafsadat yang lebih ringan.” (catatan: Lihat kaidah ini dalam Al-Asybah wa Nadhoir hlm. 87 karya as-Suyuthi, Al-Asybah wa Nadhoir hlm. 89 karya Ibnu Nujaim, Al-Qowaid Al-Kulliyyah wa Dhowabith Al-Fiqhiyyah hlm. 183 oleh Dr. Muhammad Utsman Syubair, Al-Mufashol fi Al-Qowaid Al-Fiqhiyyah hlm, 369 karya Dr. Ya’qub Ba Husain)

Maka hendaknya bertaqwa kepada Allah dan memilih partai yang paling mendingan daripada lainnya atau memilih pemimpin yang lebih mendekati kepada kriteria pemimpin yang ideal dalam Islam yaitu al-Qowwiyyu al-Amin,yaitu memiliki skill lagi amanah (catatan: Perhatikan QS. Al-Qoshos: 26. Lihat pula penjelasannya dalamQowa’id Qur’aniyyah hlm. 109-113 karya Dr. Abdullah al-Muqbil  dan as-Siyasah Asy-Syar’iyyahhlm. 29-31 karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah), juga tentunya yang memiliki perhatian agama Islam yang baik dan memberikan kemudahan bagi dakwah Ahli Sunnah wal Jama’ah.

KETIGA

Kami mengajak kepada segenap kaum muslimin di manapun untuk menyibukkan diri dengan amal shalih di saat-saat seperti ini serta memperbaiki amal perbuatan kita.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْعِبَادَةُ‎ ‎فِى الْهَرَجِ‎ ‎كَهِجْرَةٍ‎ ‎إِلَيَّ

“Ibadah di saat fitnah seperti hijrah kepadaku.” (HR. Muslim: 2948)

Marilah kita memperbaiki diri dengan menuntut ilmu syar’i, meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, karena pemimpin sejati itu lahir dari rakyat yang sejati. Dahulu, dikatakan para ulama:

كَمَا تَكُوْنُوْنَ‎ ‎يُوَلَّى عَلَيْكُمْ

“Bagaimanapun keadaan kalian (rakyat), maka begitulah keadaan pemimpin kalian.”(catatan: Ungkapan ini dijadikan sebagai judul sebuah risalah yang ditulis oleh Syaikh Abdul Malik Ramadhani al-Jazairi)

Al-Kisah ada seorang khawarij yang datang menemui Ali bin Abi Thalib seraya berkata, “Wahai khalifah Ali, mengapa pemerintahanmu banyak di kritik oleh orang tidak sebagaimana pemerintahannya Abu Bakar dan Umar?!” Sahabat Ali Menjawab, “Karena pada zaman Abu Bakar dan Umar yang menjadi rakyat adalah aku dan orang-orang yang semisalku, sedangkan rakyatku adalah kamu dan orang-orang yang semisalmu!!” (Syarh Riyadhus Shalihin 2/36 oleh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

KEEMPAT 

Hendaknya kita semua tidak meremehkan peran dan kekuatan sebuah do’a kepada Allah pada saat seperti ini. Marilah kita semua bersimpuh dan munajat kepada Allah, agar Allah memilihkan kepada kita pemimpin yang ideal dambaan Islam yang bersemangat membela agama dan peduli kepada rakyat, bukan para pemimpin yang hanya berambisi dengan jabatan dan tidak bertaqwa kepada Allah.

Dahulu, Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan:

لَوْ‎ ‎كَانَتْ‎ ‎لِيْ‎ ‎دَعْوَةٌ‎ ‎مُسْتَجَابَةٌ‎ ‎مَا جَعَلْتُهَا إِلاَّ‎ ‎فِي السُّلْطَانِ

“Seandainya saya memiliki doa yang mustajab, maka saya tidak akan peruntukkan kecuali untuk pemimpin.” (Al-Barbahari dalam Syarhu Sunnah hlm. 116-117 dan Abu Nuaim dalam Al-Hilyah 8/91-92)

Sebagaimana kita berdoa kepada Allah agar menyelamatkan kita semua dari fitnah yang menyambar agama dan akal pada saat-saat seperti ini. Abdullah bin Amir bin Rabi’ah berkata: “Tatkala manusia banyak mencela Utsman, maka ayahku (sahabat Amir bin Rabi’ah) melakukan sholat malam seraya berdoa: “Ya Allah, jagalah diriku dari fitnah sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shalih.” Maka ayahku tidak keluar (karena sakit) kecuali ketika meninggal dunia”. (Dikeluarkan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 1/178-179 dan Al-Hakim3/358.)

KELIMA

Hendaknya kita mewaspadai dan menjauhi percikan-percikan pemilu dan pelanggaran-pelanggaran terhadap agama; baik berupa perpecahan, fanatik partai dan golongan, menerima uang suap/sogok (catatan: Lihat penjelasan lebih rinci tentang masalah suap/sogok dalam Jarimah Risywah oleh Dr. Abdullah at-Thariqi), terutama “serangan fajar” karena hal itu diharamkan dalam agama dan terlaknat pelakunya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَعَنَ اللهُ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ

“Allah melaknat pemberi suap dan yang disuap.”

Komite tetap fatwa dan penelitian keislaman kerajaan Arab Saudi telah menfatwakan haram pemberian dan penerimaan hadiah dari calon yang akan ikut pemilihan legislatif, fatwa no. 7245, yang ditanda tangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz (ketua), yang berbunyi:

Soal: Apakah hukum Islam tentang seorang calon anggota legislatif dalam pemilihan yang memberikan harta kepada rakyat agar mereka memilihnya dalam pemilihan umum?

Jawab: Perbuatan calon anggota legislatif yang memberikan sejumlah harta kepada rakyat dengan tujuan agar mereka memilihnya termasuk risywah(suap) dan hukumnya haram. (Fatawa Lajnah Daimah, jilid XXIII, hlm 541.)

Demikian juga segala bentuk permusuhan dan perpecahan, sangat bertentangan dengan dalil-dalil agama Islam. Imam asy-Syaukani mengatakan: “Persatuan hati dan persatuan barisan kaum muslimin serta membendung segala celah perpecahan merupakan tujuan syari’at yang sangat agung dan pokok di antara pokok-pokok besar agama Islam. Hal ini diketahui oleh setiap orang yang mempelajari petunjuk Nabi yang mulia dan dalil-dalil Al-Qur’an dan sunnah.” (Al-Fathur Robbani6/2847-2848 oleh asy-Syaukani)

KEENAM

Apapun hasilnya pemilu nanti dan siapapun yang menang dan terpilih sebagai pemimpin, maka marilah kita laksanakan kewajiban kita sebagai rakyat yaitu mendengar dan taat kepadanya sebagaimana ajaran Al-Qur’an dan sunnah, selagi tidak memerintahkan kepada maksiat. Jika memerintahkan kemaksiatan maka tidak boleh untuk didengar dan ditaati namun tetap kita tidak boleh memberontak kepemimpinannya.

أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَ اْلسَّمْعِ وَ اْلطَّاعَةِ وَ إِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا

“Aku wasiatkan kepada kalian dengan taqwa kepada Allah  dan mendengar serta taat (kepada pemimpin) sekalipun dia adalah budak  Habsyi (orang hitam)”(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad 4/126-127, Abu Dawud 4607, Tirmidzi 2676, Ibnu Majah 42,43 dll, dishahihkan Al-Albani  dalam Irwaul Ghalil 2455)

عَلىَ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَإِنْ أَمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

“Wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) dalam perkara yang ia senangi dan ia benci kecuali apabila diperintah kemaksiatan. Apabila diperintah kemaksiatan maka tidak perlu mendengar dan taat.” (HR. Bukhari 13/121, Muslim 3/1469)

Marilah kita semua menjaga stabilitas keamanan negara dan menjaga emosi kita tatkala pilihan kita kalah, karena kemanan adalah sesuatu yang harus kita jaga bersama demi terjaganya nyawa, harta dan agama, lebih daripada hanya sekedar membela dan fanatik kepada pemimpin atau golongan tertentu. Para ulama mengatakan:

الْمَصْلَحَةُ‎ ‎الْعَامَّةُ‎ ‎مُقَدَّمَةٌ‎ ‎عَلَى‎ ‎الْمَصْلَحَةِ‎ ‎الْخَاصَّةِ

“Kemaslahatan umum lebih didahulukan daripada kemaslahatan pribadi.” (Al-Muwafaqot 6/123 karya asy-Syathibi)

Marilah kita ingat selalu pesan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam agar kita menghindari segala kekacauan dan tidak terlibat/berkecimpung di dalamnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ ، وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِى ، وَالْمَاشِى فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِى،‎ ‎مَنْ تَشَرَّفَ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ ، فَمَنْ وَجَدَ فِيهَا مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِه

“Akan terjadi fitnah, orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari, barangsiapa yang mencari fitnah maka dia akan terkena pahitnya dan barangsiapa yang menjumpai tempat berlindung maka hendaknya dia berlindung.” (HR. Bukhari 3601 dan Muslim 2776)

Demikianlah beberapa nasehat penting yang ingin kami sampaikan. Semoga Allah menjaga kita semua dari segala fitnah dan membimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya. Ya Allah berikanlah kepada kami pemimpin yang engkau cintai dan ridhoi untuk menegakkan agama-Mu dan membela hamba-hamba-Mu dari segala bentuk kezhaliman. Amiin.



Tentang tujuh hari

TENTANG TUJUH HARI YANG BERPUTAR

Allah telah menciptakan tujuh hari: Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at dan Sabtu. Jika orang ber-tafakkur dg akal jernihnya tentang hakikat uraian ini maka tentu akan menyadari bahwa adanya langit berjumlah tujuh, bumi tujuh, lautan tujuh, neraka tujuh, anggota tubuh manusia ada tujuh, Allah memberi rejeki makhluk-Nya dari tujuh. Kesemuanya itu sebagai bukti yg menunjukkan bahwa pencipta segala-galanya itu tidaklah tujuh, tidak didalam tujuh dan tidak diatas tujuh. Allah-lah yg menciptakan tujuh dan yg memberi rejeki pada tujuh dan yg menghidupkan pada tujuh dan yg mematikan pada tujuh.

Sebagian ulama berkata, "Sesungguhnya Allah telah menciptakan beberapa langit dan beberapa bumi di hari Ahad. Oleh karena itu barang siapa yg ingin membangun atau menanam pohon hendaklah di dalam hari itu. Allah menciptakan matahari dan bulan di hari senin. Sifat matahari dan bulan adalah berjalan, oleh karena itu barang siapa yg akan melakukan perjalanan jauh sebaiknya pergi dihari itu. Allah telah menciptakan binatang, bakteri maupun virus dihari selasa, dihari itu pula diperbolehkan penyembelihan hewan. Oleh karena itu barang siapa ingin hijamah (cantu/bekam) hendaklah di hari itu. Penciptaan laut dan sungai adalah di hari rabu. Di hari itu pula di perbolehkan minum airnya. Oleh karena itu barang siapa yg ingin minum obat hendaklah di hari itu. Surga dan neraka di ciptakan di hari kamis. Allah juga menjadikan manusia berkeinginan masuk surga serta selamat dari siksa neraka. Oleh karena itu barang siapa ingin minta tolong pada seseorang hendaklah di hari itu. Adam serta Hawa' di ciptakan di hari jum'at. Keduanya dinikahkan di hari jum'at pula. Maka dari itu barang siapa akan aqad nikah, hendaklah di hari itu. Sebagaimana telah di katakan oleh Amiirul-Mu'miniin; 'Ali bin Abi Thalib Ra dalam sebuah sya'ir:

Niscaya sebaik-baik hari bagi yg ingin memburu adalah hari sabtu dengan tiada ragu.
Pembangunan itu di hari minggu karna disitu Allah memulai cipta'an langit tujug.
Jika aku pergi jauh di hari senin niscaya selamat dari musibah dan bala'
Jika kau memanah buruan hendaklah di hari selasa' karna hari itu darah di alirkan.
Jika kau meminum minuman sebaik-baik hari adalah Arba'an'
Di hari kamis kebutuhan-kebutuhan hendaklah diselesaikan sebab di hari itu Allah telah menyelesaikan segala urusan.
Jum'at adalah hari perkawinan dan lapangkan urusan perempuan.
Ilmu ini tak-kan diketahui kecuali oleh Nabi
Atau ini wasiat Nabi-Nabi.

Jangan kau kepung aku dengan cemburu butamu

JANGAN KAU KEPUNG AKU DENGAN RASA CEMBURU BUTA

Rasa cemburu merupakan tabiat dan sifat kaum perempuan. Terkadang rasa cemburu ini menjadi suatu penyakit kejiwaan yg menimpa diri perempuan, yg membuat hatinya terbakar dan jiwanya berdarah. Hal itu menyebabkan terbaliknya kehidupan, kebahagiaan, serta rumah tangganya menjadi neraka yg tdk terperikan. Tanpa dapat mengetahui obat bagi penyakit cemburu ini atau memiliki neraca yg baik bagi rasa cemburu ini.

Hal ini terjadi ketika sang istri berlari mengejar rasa waswas dan prasangka, pikiran dan imajinasi, yg tidak ada ujung pangkal dan akhirnya. Biasanya rasa cemburu ini muncul dari hasil rekaan, waswas, dan imajinasi yg dihiasi dg kaitan antara kejadian, peristiwa, dan suatu kebetulan.

Ditambah dengan embusan setan didalam dadanya sehingga muncul api rasa takut terhadap suaminya. Meledak pula kawah rasa cemburu terhadap sang suami yg malang, yg larvanya mengalir karena dorongan bisikan setan dg segenap gambaran, bentuk, dan kekerasannya. Api rasa cemburu meloncat dari dalam dirinya. Seakan-akan rasa cemburunya adalah bara api yg muncul dari kebakaran minyak yg besar, yg menimpa salah satu tempat penyimpanan dan gudangnya yg penuh terisi. Tanpa mengetahui cara penanggulangannya atau cara mengevaluasi batasan dan reaksinya.

Kaum perempuan sesuai dg tabiatnya adalah manusia yg cepat terpancing dan berlaku sembrono. Kaum perempuan juga cepat merasa emosi dan berubah-ubah sikap hingga dia tdk mampu mengontrol diri, lidah, dan emosinya. Ditambah lagi dg kepahitan rasa cemburunya ketika perempuan mulai menapaki usia dewasa dan telah memiliki anak serta kereta pernikahannya telah menempuh jarak perjalanan yg cukup jauh. Dalam kondisi yg seperti ini, perempuan merasakan bahaya dan rasa takut terjadap dirinya, anaknya, dan rumah tangganya. Hal ini semakin menambah dalam, kuat, dan keras rasa cemburunya.

Beberapa org istri gagal dalam memadamkan api cemburu didalam dirinya barangkali akibat lemahnya kesadaran agama yg dimiliki. Barangkali juga karena kehilangan keluarga dan sanak kerabatnya atau orang yg dia jadikan tempat utk mengadu ketika dia tinggalkan oleh suami atau diceraikan oleh suaminya akibat perasaan sayangnya yg sangat tinggi dan rasa ketergantungannya yg besar terhadap suaminya.

Rasa cemburu sulit dipadamkan barangkali juga karena banyaknya imajinasi si istri terhadap suami secara terang-terangan, terbuka, ataupun secara tersembunyi, yg berlangsung secara sembunyi-sembunyi dan tertutup. Barangkali pula perempuan ini pernah bertunangan dg suaminya ini sebelum pernikahannya. Namun, kemudian pertunangannya dibatalkan atau dia ditalak karena suatu sebab atau karena hal yg lain sebelum dia nikahi atau digauli oleh sang suami.

Selain itu, bisa jadi barangkali karena perempuan yg dibakar oleh api cemburu yg membuat gerah kehidupan suami ini sangat memiliki keinginan yg kuat utk dpt menikahi laki-laki yg sekarang menjadi suaminya sebelum dia menikah. Bisa jadi perempuan yg pencemburu ini telah merebut atau menculik laki-laki yg telah menjadi suaminya dari salah seorang teman, kenalan, atau kerabatnya sehingga dia selalu merasa khawatir dg "hewan buruannya" yg terjatuh kedalam jaringannya, tanpa memerhatikan harapan dan impian yg telah terampas pada diri laki-laki ini dan hilang tanpa dapat di kembalikan lagi.

Sebab lainnya barangkali karena rasa cemburu ini lahir akibat berbagai cerita masa lalu suami yg di ceritakan kepada istrinya serta cerita tentang keinginan utk menikahi salah seorang kerabatnya. Namun, keinginan ini tdk dpt dilaksanakan karena suatu kendala yg menghalangi jalannya. Atau, cerita tentang keinginan beberapa org anak kerabat utk menikahkan dia dg salah seorang anak perempuannya. Namun, timbul satu kendala yg menghalangi rencana ini. Serta berbagai kemungkinan dan peristiwa lainnya yg mengakibatkan timbulnya rasa cemburu akibat imajinasi si istri yg membuat guncang rumah tangganya.

Apakah perempuan terus menjadi umpan rasa cemburu, takut, cemas, gelisah, perasaan tdk aman, dan tdk tenang karena rasa cemburu yg dia rasakan di dalam dirinya? Tentu saja tidak!

Yang paling baik bagi perempuan yg mudah-mudahan diberikan petunjuk oleh Allah ke jalan yg baik dan benar adalah mempersenjatai diri dg senjata keimanan. Memiliki keyakinan didalam diri bahwa hal yg menjadi miliknya pasti akan mendatanginya. Segala sesuatu dipastikan dg takdir Allah. Oleh sebab itu, tdk bermanfaat sikap kehati-hatian terhadap sesuatu yg telah ditakdirkan. Tidak akan berguna sikap kecemburuan bagi sesuatu yg telah ditakdirkan oleh Allah, yg telah Dia kehendaki, dan perkara yg berjalan sesuai dg perintah dan kehendak-Nya.

Seorang istri juga harus mempersenjatai diri dg senjata kesabaran yg dapat membuatnya sabar menghadapi api kecemburuan yg menyala dan berkobar di dalam dada dan hatinya. Dia kurangi intensitas serta frekuensi rasa cemburu dg kesabaran, berdasarkan sabda Rasulullah Saw.,

"Tidak ada rezeki yg lebih baik dan lebih luas bagi seorang hamba, selain rasa sabar." (HR. Malik, az-Zuhi)

Seorang istri juga selayaknya selalu memanjatkan do'a dan memohon kepada Allah dg hati yg ikhlas agar Allah menghapuskan rasa cemburu, takut, cemas, waswas, dan prasangka terhadap suami yg ada didalam dirinya.

Wahai istriku, berdo'alah dan memohonlah kepada Tuhanmu agar ducabut api cemburu beserta racunnya yg ada didalam hatimu. Berdo'alah juga agar kau dianugerahi ketenteraman, keridhaan, ketenangan, dan kesabaran. Jangan sampai kau berikan kesempatan bagi rasa cemburu untuk masuk kedalam hati dan jiwamu agar rasa cemburu tdk membuat keruh kehidupanmu yg jernih, tidak membakar hati dan dadamu, juga tidak menceraiberaikan akal dan pikiranmu. Kehidupan lebih ramah dari apa yg kau bayangkan dan pertempurannya lebih besar dari yg kau perkirakan.

Semoga kaum pria menyadari

Di balik ''Diam '' nya wanita..
Tersimpan rasa Rindu yg mendalam..

Di balik ''Cuek'' nya wanita..
Tersimpan rasa Sayang yg sesungguhnya..

Di balik ''Cemburu '' nya wanita..

Tersimpan rasa Cinta yg Sebenarnya..

Di balik ''marah '' nya wanita..
Tersimpan rasa kasih yg tak terbayangkan..

Subhanallah...

Untuk adik perempuanku

NASEHAT SEORANG KAKAK KEPADA ADIK PEREMPUANNYA

“Dik, kalo kamu pacaran, terus dipegang-pegang, di raba-raba tubuh sampai kesucianmu, terus kamu putus, terus pacaran dan putus lagi.
begitu sampai masa nikah, kamu gak boleh tersinggung ya kalo suami kamu nanya : "Sayang, kamu masih suci apa gak? Suci dari sisa-sisa cinta kemarin”
nah, kamu mau jawab apa dik?

Tapi kalo selama kehormatanmu terjaga, kamu akan jawab pertanyaan suamimu dengan mantap, "kamu lah yang pertama, pertama yang pernah melihat dan menjamah tubuh serta kesucianku..”

Subhanallah..
itulah jawaban terindah yang ingin di dengar para calon/suami.

Karena manusia tidak sempurna Dik, setiap manusia butuh yang spesial, bukan bekas pakai walaupun cuma di pegang-pegang.

Misalkan kamu pilih-pilih laptop ditoko elektronik terbagus, terkeren dan paling mentereng, kamu pasti gak mau bawa pulang laptop yang udah kebanyakan di pegang-pegang pengunjung, Apalagi yg prnah di cobain pengunjung !

Nah, makanya jangan biarkan kehormatanmu sebagai gadis suci ternodai ya :)

Semoga tulisan ini dapat menyadarkan kita semua betapa berharganya menjaga Kehormatan seorang wanita.

Alqur'an akan dibaca divatikan

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, lantunan ayat Alquran dan doa dari kaum muslim akan dibacakan di tempat suci umat Katolik, Vatikan. Umat Islam, Kristen, dan Yahudi akan berkumpul untuk berdoa bersama di Vatikan pada Minggu 8 Juni 2014 besok.

Hal ini dalam rangka upaya Paus Fransiskus mendamaikan Israel dan Palestina. Dalam lawatannya ke Timur Tengah pekan lalu, Paus mengundang Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Israel Shimon Peres untuk berkumpul di Vatikan.

Seperti dimuat Al-Arabiya, Sabtu (7/6/2014), pihak Vatikan menyebut pertemuan antara Paus, Abbas, dan Peres sebagai suatu "jeda politik". Artinya, tak ada unsur politik selain untuk mendamaikan Israel dan Palestina.

Dalam rilis yang diterima Times of Israel dari juru bicara Presiden Peres, pada acara nanti, akan dibacakan doa dan lantunan ayat dari 3 kitab, yakni kitab Alquran, Injil, dan Taurat.

Acara ini juga menghadirkan sejumlah orang dari ketiga agama tersebut. Umat Islam, Kristen, dan Yahudi bakal duduk bersama di Vatikan. Ini merupakan yang kali pertama, kebersamaan antar-agama terjadi di Vatikan.

Pertemuan tokoh antar-agama yang juga dihadiri Presiden Giorgio Napolitano and Menteri Luar Negeri Federica Mogherini ini akan disiarkan langsung oleh Vatikan ke seluruh penjuru dunia.

Meski acara yang diusung Paus yang bertujuan untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama, namun pimpinan umat Katolik di Palestina mengaku pesimistis perdamaian segera terjalin. "Menurutku, tak seorang pun yang berpikir bahwa damai bisa begitu saja terjadi," ujarnya.

Toleransi kebablasan

TOLERANSI KEBABLASAN, MAHASISWA IAIN SEMARANG IKUT MISA DI GEREJA

---------

Kawan cobalah tengok wajah-wajah difoto ini, Anda tahu mereka ada yang berjilbab?

Ya, mereka adalah mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Sunan Walisongo, Semarang yang ikut misa di gereja minggu kemarin.

Sumber langsung dari jemaah geraja mengatakan,

Perayaan Ekaristi berjalan seperti biasa dengan keistimewa kehadiran "para tamu" yang sedang belajar untuk tahu apa dan bagaimana itu Gereja Katolik. Kebetulan ritus tobat menggunakan cara percikan air suci "Asperges me". Maka sebelum percikan dimulai saya jelaskan kepada mereka, "Percikan air ini adalah percikan air suci. Bukan untuk baptisan melainkan untuk pembersihan. Kalau teman-teman mau sholat harus wudhlu terlebih dahulu, percikan air suci itu bisa dianggap wudhlu ala Katolik." Dan mereka pun mengikuti ritus percikan dengan tenang dan khusyuk.

Toleransi bukan begini caranya kawan !!!

Silahkan sebarkan, siapa tahu orang tua dari mahasiswa ini bisa intropeksi diri. Kenapa anak-anak mereka menjadi aneh pemikirannya.



Obat mujarab

Bismillah...

- Obat Cinta adalah Menikah..
- Obat Marah adalah Wudhu..
- Obat Galau adalah Dzikir dan membaca Al-Qur'an..
- Obat Ketidak Senangan hati adalah Shalawat..
- Obat kemiskinan adalah Istighfar, Usaha dan Sedekah..
- Obat Nafsu adalah Puasa..
- Obat Putus asa adalah Harapan dan Do'a..

Hayoo Siapa yang mau menambahi ?...
Silahkan...!!

Berbagi itu INDAH sahabatku...

Goresan terakhir buat ukhtiku nur viana

...

       ♥GORESAN TERAKHIRKU BUAT MU UKHTI♥

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.
Ukhti...
rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu.
Yang tak pernah Mengantuk dan Tak pernah Tidur...
Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku...
Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam...
Yang siap Memberi apapun yang kupinta...
"IA" yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya..

Maaf ukhti...
Tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding DIA...
kau sangat lemah, kecil, dan kerdil di hadapanNya...
"IA" berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu...
Dan...
Ukhti, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama nie membuatNya cemburu...
Aku takut, hubungan kita selama nie membuatNya murka...
Padahal "IA", Maha Kuasa, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.
Ukthi...
belum terlambat untuk bertaubat.

Apa yang telah kita lakukan selama nie pasti akan ditanyakan olehNya...
"IA"bisa marah, ukthi...
Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan..
Marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu..
Marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku bonceng kau motorku...
Marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayang-kan wajahmu...
"IA" bisa Marah...
Tapi sekali lagi semua belum terlambat.
Kalau kita memutuskan hubungan nie sekarang...
Semoga "IA" mau Mema'afkan dan Mengampuni...

Ukhti...
"IA" Maha Pengampun..
Maha Pemberi Maaf,
Maha Menerima Taubat,
Maha Penyayang,
Maha Bijaksana.

Ukhti...
Jangan marah ya...
Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan Cintaku PadaNya,,tidak pada selainNya.
Tapi tak cuma aku, Akhi...
Kau pun bisa menjadi kekasihNya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan...
Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-larangannya termasuk dalam soal hubungan kita nie.

Insya Allah, DIA punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing...
Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya,
Kau pasti akan dipertemukan dengan seorang wanita shalihah...

Yach...
Wanita shalihah yang pasti jauh lebih baik dari diriku sa'at nie...
"IA" yang akan membantu-mu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridha Allah dalam ikatan pernikahan yang suci.
Nielah do'aku untukmu, semoga kaupun mendo'akanku, ukhtii...

Ukhti, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah nie...
Tapi,,
Aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah,
Ya, saudara di jalan Allah, ukhtii...
Itulah ikatan terbaik.
Tak hanya antara kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.

Ma'af ukhti...
Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat nie...
Aku takut nie merusak hati !
Goresan pena terakhirku di Surat nie adalah do'a keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita..
Insya Allah.

 Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh...



Ujian dari Allah

SAUDARAKU,

Sering dari kita bertanya-tanya dalam diri kita “Mengapa aku selalu saja mendapat cobaan?” Ya, sering dari kita merasa diri menjadi orang yang paling banyak dicoba dan diuji. Namun, benarkah demikian?

Mari kita simak kalam Allah dalam Surah Al-Ankabut ayat 2-3. Dalam ayat tersebut, Allah menjawab: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

Saudaraku,

Jelas dan tegas! Dari ayat tersebut kita dapat membaca bahwa sesungguhnya ujian dan cobaan adalah salah satu upaya dari Allah untuk membedakan kadar keimanan seseorang. Maka, layakkah kita yang mengaku beriman mengajukan pertanyaan seperti yang terbaca di awal tulisan ini?

Selanjutnya, sering juga kita merasa Allah terlampau berat menimpakan ujian dan cobaan kepada diri kita. Kita merasa seolah-olah kita yang paling menderita pada saat cobaan dan ujian mendera. Namun, benarkah demikian? Mari kita simak firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 286. Dalam ayat tersebut, Allah menjawab, “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Saudaraku,

Jelas dan tegas! Dari ayat tersebut kita dapat membaca bahwa Allah telah menetapkan sesuatu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh makhluk-Nya. Maka, tak semestinya kemudian kita merasa paling menderita saat sedang menghadapi cobaan dan ujian yang mendera.

Anda mungkin akan bertanya, lantas kita harus bersikap seperti apa pada saat ditimpa ujian dan cobaan? Sebagai jawabannya, mari kita simak perkataan Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 45. Dalam ayat tersebut, Allah menjawab, “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan shalat; dan sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.”

Saudaraku,

Jelas dan tegas! Dari ayat tersebut kita bisa membaca bahwa solusi pada saat kita ditimpa cobaan dan ujian adalah kita bersabar menerima ujian tersebut karena sabar adalah salah satu upaya untuk meminta pertolongan kepada Allah.

Oleh karena itu, mari kita mulai belajar dan istikamah untuk bersabar.

Dipikir karo udut

Kalau memang ditakdirkan untuk q....kemanapun kau berpaling pasti akan jadi milik q.

Wahai pria.....sanggupkah kau?

WAHAI PRIA, SANGGUPKAH KAU ? (Sebuah Kisah)

Seorang pria beristeri tanpa sengaja berkenalan dengan seorang gadis dinsebuah kantin kompleks perkantoran, karena ada urusan pekerjaan merekapun tukeran PIN BB.

Malam harinya si gadis mulai BBM
si pria :

Gadis : Mas hebat ya. Punya usaha sendiri, sukses pula

Pria : Terima kasih ya:)

Esoknya si gadis menelpon sekedar say hallo.

Gadis : Kapan ya mas, kita makan bareng lagi?

Pria : Oke kapan aja boleh

Setelah itu mereka masih sering berhubungan melalui BBM dan
telepon, sesekali juga janjian pergi makan siang bareng.

Hari-hari berlalu, tiada hari tanpa kontak antara mereka. Sampai suatu hari, si gadis BBM, isinya adalah :

"Mas... Sebenarnya aku mencintaimu , aku tau kamu udah punya keluarga, tapi aku mau menerima kondisi sebagai isteri ke-2, aku siap mas dan maaf aku mengganggu perasaanmu.

Dengan berat hati pria itu menjawab : "Dik, aku mengerti dan paham maksudmu... tapi dengan berat hati aku harus jawab TIDAK! Aku tau kamu memang cantik, dan aku yakin semua lelaki pasti mengatakan tubuh dan parasmu elok dan cantik.

Tapi, tahukah kamu kenapa aku bisa tampil baik dan hingga usahaku sukses? Itu semua karena dorongan dan semangat isteriku.

Sungguh sangat berdosa kalau aku harus berselingkuh dengan
seseorang yang hanya mengagumiku, karena tau kalau aku sekarang udah sukses.

Kamu menyukai aku tidak ikhlas, kamu hanya melihat tampilanku
semata. Padahal ada seseorang yang tersayang di rumah yang telah bersusah payah mendorong aku agar selalu tampil sebaik mungkin, dia adalah isteriku tercinta.

Kalau kamu menyukai aku, artinya kamu tinggal memetik hasilnya, dan cara ini tidak pernah abadi.

Taukah kamu bahwa aku memulai ini dari nol dan isteriku
yang selalu mendampingiku di kala susah, terpuruk dan sukses seperti ini.

Taukah kamu bahwa isteriku yang selalu mendoakan kesuksesanku hingga aku bisa menjadi seperti ini. Kamu memang cantik, tapi hati isteriku lebih cantik.

Terima kasih atas cintanya, maaf aku tidak bisa membalas seperti kehendakmu.

Wahai pria, sanggupkah kau seperti kisah di atas ??

Jumat, 06 Juni 2014

Ramadhan karim.

Bulan Ramadhan bulan yang mulia, Neraka tertutup dan pintu surga pun terbuka, Tobat akan selalu Insya Allah diterima, Tinggal kita yang harus berusaha.  Ramadhan adalah bulan penuh hikmah  Ramadhan adalah bulan penuh pengampunan  Ramadhan adalah bulan penuh berkah.